Berpikir Kritis dalam Pemecahan Masalah

Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang merupakan salah satu komponen dalam isu kecerdasan abad ke-21. Tantangan masa depan menuntut pembelajaran harus lebih mengembangkan keterampilan berpikir kritis.

Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah

Berpikir Kritis dalam Pemecahan Masalah

Berikut ini adalah beberapa definisi dari berpikir kritis:

Berpikir kritis adalah keterampilan seseorang dalam mengambil keputusan yang penuh sadar dan hati-hati untuk menerima, menolak, atau menangguhkan penilaian terhadap suatu klaim dan derajat keyakinannya dalam ia menerima atau menolak klaim tersebut.

Berpikir kritis adalah keterampilan mengambil keputusan dan keyakinan terhadap keputusan tersebut. Yang disebut keputusan adalah menerima, menolak, atau menunda. 

Berpikir kritis merupakan proses disiplin intelektual untuk secara aktif dan terampil membuat konsep, menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan/atau mengevaluasi informasi. Baik informasi yang dikumpulkan atau dihasilkan lewat observasi, pengalaman, refleksi, penalaran, dan komunikasi, sebagai panduan untuk meyakini sesuatu dan melakukan sebuah tindakan. (Michael Scriven)

Berpikir kritis adalah kemampuan berpikir dengan rasional dan melihat permasalahan secara objektif sehingga hasil yang akan diperoleh tidak bias dan sesuai dengan kenyataan yang ada.

Berpikir kritis merupakan proses mental, artinya kemampuan ini sudah terprogram di otak kita. Namun walaupun kemampuannya tersedia, seseorang belum tentu terampil. Ini karena proses berpikir terjadi sangat cepat. Guru perlu untuk berlatih melambatkan proses berpikirnya agar bisa menajamkan proses berpikir kritisnya. Setelah itu Guru bisa mengajarkan skill ini kepada murid. 

Kompetensi yang perlu dilatih oleh guru diantaranya adalah:

  1. Menelusuri bukti
  2. Merumuskan pertanyaan burden of proof
  3. Refleksi.

Soal Soal tentang Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah


Soal 1. Apa yang bukan dibicarakan dalam definisi berpikir kritis?

 A. Mengambil keputusan.

 B. Keyakinan terhadap keputusan.

 C. Menolak, menerima, menunda informasi.

 D. Membuat gagasan yang orisinal.


Soal 2. Apa hubungan berpikir kritis dengan penyelesaian masalah?

 A. Penyelesaian masalah merupakan prasyarat berpikir kritis.

B. Berpikir kritis merupakan salah satu syarat keberhasilan problem solving.

 C. Berpikir kritis dan problem solving sama-sama bukan higher order thinking.

 D. Berpikir Kritis sama dengan problem solving.


Soal 3. Tiga tahap proses berpikir kritis adalah

 A. Follow the evidence, be inquisitive, metacognition.

 B. Be inquisitive, follow the evidence, metacognition.

 C. Metacognition, follow the evidence, be inquisitive.

 D. Metacognition, be inquisitive, follow the evidence.


Soal 4. Apa itu follow the evidence?

 A. Menelusuri fakta vs. opini.

 B. Mempertanyakan semua hal.

 C. Berpikir tentang berpikir.

 D. Menerima, menolak, dan menunda keputusan.


Soal 5. Apa itu be inquisitive?

 A. Menelusuri fakta vs. opini.

 B. Mempertanyakan semua hal.

 C. Berpikir tentang berpikir.

 D. Menerima, menolak, dan menunda keputusan.


Soal 6. Apa itu metacognition?

 A. Menelusuri fakta vs. opini.

 B. Mempertanyakan semua hal.

 C. Berpikir tentang berpikir.

 D. Menerima, menolak, dan menunda keputusan.


Soal 7. Untuk apa praktik follow the evidence?

 A. Menemukan informasi yang kredibel dan tidak kredibel.

 B. Mengetahui besar celah kekurangan informasi.

 C. Untuk mengenal proses berpikir umumnya pada manusia dan kesalahan berpikir kita.

 D. Menemukan gagasan baru.


Soal 8. Untuk apa pratik be inquisitive?

 A. Menemukan informasi yang kredibel dan tidak kredibel.

 B. Mengetahui besar celah kekurangan informasi.

 C. Untuk mengenal proses berpikir umumnya pada manusia dan kesalahan berpikir kita.

 D. Menemukan gagasan baru.


Soal 9. Untuk apa metacognition?

 A. Menemukan informasi yang kredibel dan tidak kredibel.

 B. Mengetahui besar celah kekurangan informasi.

 C. Untuk mengenal proses berpikir umumnya pada manusia dan kesalahan berpikir kita.

 D. Menemukan gagasan baru.


Soal 10. Bagaimana praktik tiga tahap membantu mengasah berpikir kritis?

 A. Melambatkan proses berpikir.

 B. Mempercepat proses berpikir.

 C. Memotong proses berpikir.

 D. Memperpanjang proses berpikir.


Dapatkan artikel terbaru:

1 Response to "Berpikir Kritis dalam Pemecahan Masalah"

Manfaatkan kotak komentar di bawah ini untuk feed back dan sumbang saran. Terima kasih sudah ikut berkontribusi di blog Matematrick.